Jumat, 28 Juli 2017

Sejarah Ilmu Forensik

Forensik merupakan sebuah penerapan dari berbagai ilmu pengetahuan yang digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penting dari sebuah system hokum, yang dalam hal ini berkaitan dengan hokum pidana, penerapan bidang ilmu ini tidak terlepas dari penggunaan metode-metode ilmiah, atau ilmu pengetahuan, aturan-aturan yang dibentuk dari fakta-fakta dari suatu kejadian sebagai bentuk melakukan pengenalan terhadap bukti-bukti fisik.
Menurut Dr Edmond Locard. Istilah Forensik berasal dari bahasa yunani yaitu “Forensis” yang berarti debat atau perdebatan merupakan bidang ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membantu proses penegakan keadilan melalui proses penerapan ilmu (sains). Sedangkan menurut beberapa pendapat lain Forensik berasal dari bahasa latin yaitu “Forum” yang berarti tempat/lokasi untuk melakukan transaksi.
Prinsip dasar ilmu forensik dipelopori oleh Dr Edmond Locard. Ia berspekulasi bahwa setiap kontak yang Anda buat dengan orang lain, tempat, atau hasil objek dalam pertukaran materi fisik. Ini dikenal sebagai Locar exchange principle. Ini pertukaran materi fisik dapat dapat digunakan untuk membuktikan tidak bersalah seseorang atau bersalah di pengadilan hukum. Dalam investigasi kriminal yang khas, kejahatan adegan penyelidik, kadang-kadang dikenal sebagai Penyidik Crime Scene (CSI), akan mengumpulkan bukti fisik dari TKP, korban dan / atau tersangka. Ilmuwan forensik kemudian memeriksa bahan yang dikumpulkan untuk memberikan bukti ilmiah untuk membantu dalam penyelidikan polisi dan proses pengadilan. Dengan demikian, mereka sering bekerja sangat erat dengan pihak kepolisian dalam pengungkapan suatu kasus.


Ilmu Forensik sekarang tidak lagi hanya berhubungan dengan pembunuhan ataupun bidang kedokteran. Saat ini, ilmu forensik semakin luas, di antaranya adalah:
Ø  Art Forensic
Ø  Computational Forensic
Ø  Digital Forensic
Ø  Forensic Accounting
Ø  Forensic Chemistry
Ø  Forensic DNA Analysis
Ø  Forensic Pathology
Ø  Forensic Video Analysis
Ø  Mobile Device Forensics
Ø  Blood Spatter Analysis
Ø  Forensic Investigation

sSejarah Forensik
1.      Francis Galton (1822-1911) : sidik jari
2.       Leone Lattes (1887-1954) : Golongan darah (A,B,AB & O)
3.      Calvin Goddard (1891-1955) : senjata dan peluru (Balistik)
4.      Albert Osborn (1858-1946) : Document examination
5.      Hans Gross (1847-1915) : menerapkan ilmiah dalam investigasi criminal
6.      FBI (1932) : Lab.forensik.

HISTORI DIGITAL FORENSIC:
Ø  1970
Kejahatan kasus pertama yang melibatkan komputer, penipuan terutama keuangan.
Ø  1980
Peneliti keuangan dan pengadilan dari catatan dan bukti-bukti hanya pada komputer. Norton Utilities, “Un-menghapus” alat yang dibuat Asosiasi Bersertifikat Penipuan Penguji mulai mencari pelatihan dalam apa yang menjadi forensik computer Pencarian High Tech Kejahatan pelatihan dibuat. Kelas reguler mulai diajarkan kepada agen federal di California dan di FLETC di GeorgiacHTCIA dibentuk di Southern California.
Ø  1984
FBI Media Magnetic Program dibuat. Kemudian menjadi Analisis Komputer dan Response Team (CART).
Ø  1987
Acces Data – Perusahaan Forensik Cyber ​​dibentuk.
Ø  1988
Penciptaan IACIS, Asosiasi Internasional Komputer Spesialis Investigasi. Pertama Disita Bukti Pemulihan Komputer Spesialis (SCERS) kelas diadakan.
Ø  1993
Konferensi Internasional Pertama tentang Bukti Komputer diadakan.
Ø  1995
Organisasi Internasional di Bukti Komputer (IOCE) dibentuk.
Ø  1997
Negara-negara G8 di Moskow menyatakan bahwa “aparat penegak hukum harus dilatih dan dilengkapi untuk menangani kejahatan teknologi tinggi”.
Ø  1998
Pada bulan Maret G8 ditunjuk IICE untuk membuat prinsip-prinsip internasional, pedoman dan prosedur yang berkaitan dengan bukti digital.
Ø  1998
INTERPOL Forensic Science Symposium.
Ø  1999
FBI kasus Kereta beban melebihi 2000 kasus, memeriksa 17 terabyte data.
Ø  2000
Pertama Laboratorium Forensik FBI Regional Computer didirikan.
Ø  2003
FBI kasus Kereta beban melebihi 6500 kasus, memeriksa 782 terabyte data.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar